People learn history… I learn to make a history…
A note from a random generalist
recent posts
- Berlari, Menari, Mendayung Mengarungi Satu Tahun
- Sepenggal kecemasan: Festival Buku dan Rendahnya Minat Baca Masyarakat
- [Emonikova Podcast] Masih tentang sang influencer (dan mengapa kita sempat segeram itu)
- Brutal truth about being 30’s, single, (and no kids yet)…: Menyanggah sang influencer
- Ramadan dan Ibadah-Ibadah Setengah Hati : Sebuah Refleksi
about
Category: ^__^
-
Di tahun yang baru, setiap orang sibuk dengan membuat resolusi baru. Namun tidak bagi saya tahun ini. Bagi saya, 2025 sungguh ampas! Chaos! Meleduk! Dan di tengah kegilaan yang terjadi di muka bumi ini, Mama saya berpulang. I am broken and empty. Jika saya adalah planet Mars yang merah menyala, maka Mama adalah matahari. Saya…
-
Oh hai! Saya kembali, tadinya mau bergunjing banyak mengenai sabab musabab hilangnya tulisan di blog ini selama nyaris 2 tahun! Serta kepulangan saya kembali ke tanah air. Tapi nanti saja… ada hal yang lebih krusial, dan itu adalah tentang: Buku! Langsung saja, jadi kemarin saya mengunjungi IIBF, atau Indonesia International Book Fair. Terakhir kali saya…
-
Aku menghaturkan jutaan permintaan kepada-Mu. Mempertanyakan mengapa enggan Kau segera menjawab pertanyaanku. Tiba saat Kau memintaku untuk mengingat-Mu di tiga puluh hari,Ah… rupanya lidahku saja kelu menyebut nama lengkap-Mu, Rupanya aku lupa membaca ratusan lembar surat cinta-Mu padaku Di balik setiap doaku, tersimpan banyak ego yang semoga bisa termaafkan. – Ramadan dan Ibadah-Ibadah Setengah Hati…
-
Maaf-maaf-maaf, terjadi banyak kekacauan dan kesibukan di dunia nyata yang membuat tante harus undur diri sejenak dari dunia maya 😀 Baiklah, mari kita bahas hal-hal yang menarik dan agak-agak nampol di kepala. Jadi beberapa waktu yang lalu saya baru selesai membaca, eh denger deh, sebuah buku yang judulnya “For the Love of Men” tulisan seorang…
-
Halo saya tante emon, dan saya ingin mengajak kalian semua untuk berghibah tentang para covidiots di Indonesia Sebelum membedah perkara covidiots ini, saya mau cerita sedikit dulu deh. Jadi buat yang kalian belum tahu, saya saat ini menjadi peneliti di sebuah research center di Jepang. Nah presiden di reseach center ini adalah mantan epidemiologist. Jadi…
-
Minggu terakhir ini dunia persilatan sempat ramai dengan keberadaan Warung Muamalah di Depok. Gimana gak, transaksinya ceritanya pakai dinar-dirham. Konon biar lebih memudahkan dan syar’i gitu. Walaupun belakangan pihak pedagang warung ini, tentu, mengeluarkan jurus-jurus silatnya : Silat lidah !“Gak kok ini pakai rupiah…Ini pake emas dan perak dan barter, biar lebih flexible aja“ Tapi pokoknya, empunya…
-
“Marissa, you don’t have any idea about how much I adore your mom. She treats everyone nicely no matter who are they? Where they come from? She is a very sweet person, that’s it.” Setidaknya itu perkataan Mamas Smiley saat tante emon complain tentang Mama yang kadang terlalu baik. Tentang betapa marahnya saya karena merasa…
-
Dan perdebatan hari ini berkisar tentang paslon mana yang paling oke… Siapa yang paling hits dan berprestasi… Siapa yang paling hebat? Siapa yang paling benar? Siapa yang paling segalanya? Well… Kadang saya merasa bahwa kita lupa, lupa hal terpenting dalam hidup kita…. secara fair dan rendah hati mengakui bahwa kita tidak sempurna. Akan selalu ada…
-
“Lain kali… Kita main lagi, Kala matahari lebih tinggi, Kala hari tak lagi dingin. Moga saat itu, pilek tidak iseng mendatangi kita lagi. Jika tidak, mari menepi. Menikmati secangkir teh atau kopi. Toh kita sama-sama tidak suka dingin. Biar nanti kuterka, cerita apa lagi yang nanti kita bagi.” -Copenhagen, ’18 “Wah, emon kini bisa berpuisi…ini…